Informasi karya ilmiah

Abstrak
ABSTRAK
Kandidiasis merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans. Penggunaan antijamur sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta meningkatkan risiko resistensi, sehingga diperlukan alternatif antijamur alami. Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh yang mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti asam organik, polifenol, dan flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat kombucha teh hijau terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post test only control group design. Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan lima konsentrasi kombucha, yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Ketokonazol 2% digunakan sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak empat kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat yang diukur dalam milimeter (mm), kemudian dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi kombucha tidak membentuk zona hambat terhadap Candida albicans. Diameter yang terukur pada seluruh pengulangan adalah 6 mm, yang merupakan diameter cakram. Kontrol negatif juga tidak menunjukkan zona hambat, sedangkan kontrol positif ketokonazol 2% menghasilkan rerata diameter zona hambat sebesar 40,75 mm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombucha yang difermentasi selama 12 hari dengan konsentrasi gula 30% (b/v) tidak efektif menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro menggunakan metode difusi cakram.
Kata kunci: Antijamur, Candida albicans, difusi cakram, kombucha, zona hambat.
Kepustakaan: 32,2016-2025
Kandidiasis merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans. Penggunaan antijamur sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta meningkatkan risiko resistensi, sehingga diperlukan alternatif antijamur alami. Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh yang mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti asam organik, polifenol, dan flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat kombucha teh hijau terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post test only control group design. Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan lima konsentrasi kombucha, yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Ketokonazol 2% digunakan sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak empat kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat yang diukur dalam milimeter (mm), kemudian dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi kombucha tidak membentuk zona hambat terhadap Candida albicans. Diameter yang terukur pada seluruh pengulangan adalah 6 mm, yang merupakan diameter cakram. Kontrol negatif juga tidak menunjukkan zona hambat, sedangkan kontrol positif ketokonazol 2% menghasilkan rerata diameter zona hambat sebesar 40,75 mm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombucha yang difermentasi selama 12 hari dengan konsentrasi gula 30% (b/v) tidak efektif menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro menggunakan metode difusi cakram.
Kata kunci: Antijamur, Candida albicans, difusi cakram, kombucha, zona hambat.
Kepustakaan: 32,2016-2025