Repository Akademik UNJANI

Temukan referensi untuk penelitianmu

Telusuri koleksi karya ilmiah berdasarkan judul, NIM, nama mahasiswa, penulis, atau topik penelitian.

Gunakan kata kunci yang spesifik untuk hasil lebih relevan.Filter lanjutan tersedia pada halaman hasil.

HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR KELUARGA TERHADAP KEJADIAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA PUTRI DI SMA 1 CIKARANG SELATAN

  • VANESHA EKA RETNOPUTRI
  • 2450371002
  • 2026
  • Magister Kesehatan Masyarakat

Informasi karya ilmiah

Cover default repository

Abstrak

Anemia gizi besi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat pada remaja putri karena dapat mengganggu pertumbuhan, perkembangan kognitif, prestasi belajar, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel penelitian berjumlah 148 responden, terdiri dari 74 remaja putri dengan anemia sebagai kelompok kasus dan 74 remaja putri tanpa anemia sebagai kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin, kuesioner, lembar observasi, pengukuran indeks massa tubuh (IMT), dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa status ekonomi keluarga (p=0,000), asupan makanan tinggi zat besi (Fe) (p=0,000), IMT (p=0,001), kepatuhan mengonsumsi tablet Fe (p=0,000), pola tidur (p=0,003), siklus menstruasi (p=0,001), pengetahuan tentang anemia (p=0,000), dan lingkungan sosial keluarga (p=0,018) berhubungan signifikan dengan kejadian anemia gizi besi. Sementara itu, pendidikan orang tua tidak berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p>0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian anemia adalah asupan makanan tinggi zat besi (OR=3,50; p=0,001), kepatuhan mengonsumsi tablet Fe (OR=3,20; p=0,002), siklus menstruasi tidak normal (OR=2,80; p=0,004), dan IMT kurus (OR=2,50; p=0,006). Asupan makanan tinggi zat besi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian anemia gizi besi. Kejadian anemia gizi besi pada remaja putri dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan faktor keluarga. Asupan makanan tinggi zat besi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian anemia.

Kata kunci: anemia gizi besi, asupan zat besi, faktor keluarga, remaja putri, status gizi, tablet tambah darah.