Informasi karya ilmiah

Abstrak
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada pada atau di atas 140/90 mmHg. Penggunaan beberapa golongan obat antihipertensi, khususnya diuretik tiazid seperti hydrochlorothiazide, diketahui dapat menimbulkan efek samping metabolik berupa penurunan ekskresi asam urat di ginjal yang berpotensi memicu hiperurisemia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada individu yang sedang mengonsumsi obat antihipertensi golongan diuretik tiazid di Puskesmas Loji, Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan desain deskriptif observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan terhadap 21 sampel serum responden perempuan menggunakan metode enzimatik Uricase-PAP dengan alat Fotometer MINDRAY BA-88A. Analisis data dilakukan secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 14 orang (66,7%), mengalami hiperurisemia dengan rata-rata kadar asam urat sebesar 7,28 ± 0,55 mg/dL. Sementara itu, sebanyak 7 orang (33,3%) memiliki kadar asam urat kategori normal dengan rata-rata 5,40 ± 0,28 mg/dL.
Sebagian besar penderita hipertensi yang mengonsumsi obat antihipertensi diuretik tiazid (hydrochlorothiazide) mengalami hiperurisemia. Oleh karena itu, untuk menghindari hiperurisemia, diperlukan pemantauan terhadap kadar asam urat pada pengonsumsi jangka panjang untuk menghindari penyakit gout.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada individu yang sedang mengonsumsi obat antihipertensi golongan diuretik tiazid di Puskesmas Loji, Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan desain deskriptif observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan terhadap 21 sampel serum responden perempuan menggunakan metode enzimatik Uricase-PAP dengan alat Fotometer MINDRAY BA-88A. Analisis data dilakukan secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 14 orang (66,7%), mengalami hiperurisemia dengan rata-rata kadar asam urat sebesar 7,28 ± 0,55 mg/dL. Sementara itu, sebanyak 7 orang (33,3%) memiliki kadar asam urat kategori normal dengan rata-rata 5,40 ± 0,28 mg/dL.
Sebagian besar penderita hipertensi yang mengonsumsi obat antihipertensi diuretik tiazid (hydrochlorothiazide) mengalami hiperurisemia. Oleh karena itu, untuk menghindari hiperurisemia, diperlukan pemantauan terhadap kadar asam urat pada pengonsumsi jangka panjang untuk menghindari penyakit gout.