Informasi karya ilmiah

Abstrak
Salmonella typhimurium merupakan salah satu bakteri penyebab salmonellosis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Peningkatan resistensi antibiotik mendorong pengembangan alternatif antimikroba, salah satunya bakteriosin yang di produksi oleh Lactobacillus plantarum. Produksi bakteriosin diduga dapat ditingkatkan melalui suplementasi bahan yang mengandung komponen prebiotik, seperti jamur kuping (Auricularia auricula-judae) yang kaya akan polisakarida dan β-glukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak etanol jamur kuping terhadap aktivitas antimikroba bakteriosin L. plantarum terhadap S. typhimurium.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Kultur L. plantarum disuplementasi ekstrak etanol jamur kuping pada konsentrasi 0,1%; 0,2%; 0,4%; 0,8%; dan 1,6%, kemudian dilakukan isolasi bakteriosin dan pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi sumuran. Data dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan uji One Way ANOVA dan Post Hoc-LSD.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan mampu menghambat pertumbuhan S. typhimurium. Diameter zona hambat terbesar pada kelompok perlakuan diperoleh pada konsentrasi 0,8% sebesar 10,25 ± 0,95 mm, sedangkan kontrol positif menghasilkan diameter zona hambat sebesar 11,25 ± 0,95 mm.
Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p=0,049). Suplementasi ekstrak etanol jamur kuping belum mampu mendukung aktivitas antimikroba bakteriosin yang lebih tinggi dibandingkan kontrol positif.
Kata Kunci: A. auricula-judae, bakteriosin, L. plantarum, S.typhimurium, zona hambat.
Kepustakaan : 36 2015 - 2025
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Kultur L. plantarum disuplementasi ekstrak etanol jamur kuping pada konsentrasi 0,1%; 0,2%; 0,4%; 0,8%; dan 1,6%, kemudian dilakukan isolasi bakteriosin dan pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi sumuran. Data dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan uji One Way ANOVA dan Post Hoc-LSD.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan mampu menghambat pertumbuhan S. typhimurium. Diameter zona hambat terbesar pada kelompok perlakuan diperoleh pada konsentrasi 0,8% sebesar 10,25 ± 0,95 mm, sedangkan kontrol positif menghasilkan diameter zona hambat sebesar 11,25 ± 0,95 mm.
Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p=0,049). Suplementasi ekstrak etanol jamur kuping belum mampu mendukung aktivitas antimikroba bakteriosin yang lebih tinggi dibandingkan kontrol positif.
Kata Kunci: A. auricula-judae, bakteriosin, L. plantarum, S.typhimurium, zona hambat.
Kepustakaan : 36 2015 - 2025