Repository Akademik UNJANI

Temukan referensi untuk penelitianmu

Telusuri koleksi karya ilmiah berdasarkan judul, NIM, nama mahasiswa, penulis, atau topik penelitian.

Gunakan kata kunci yang spesifik untuk hasil lebih relevan.Filter lanjutan tersedia pada halaman hasil.

GAMBARAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA WANITA PENGGUNA KONTRASEPSI ORAL

  • NADILA PUTRI RENDRA
  • 2350381016
  • 2026
  • D3 Teknologi Laboratorium Medis

Informasi karya ilmiah

Cover default repository

Abstrak

Kontrasepsi oral merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang digunakan oleh wanita usia reproduktif. Penggunaan kontrasepsi oral, khususnya yang mengandung estrogen-progestin, diduga berkaitan dengan peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) melalui mekanisme metabolisme lintas pertama estrogen di hati yang merangsang sintesis protein fase akut. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kadar C-Reactive Protein (CRP) pada wanita pengguna kontrasepsi oral di Posyandu Melati. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan sampel sebanyak 33 wanita usia reproduktif (21–49 tahun) pengguna kontrasepsi oral selama lebih dari satu tahun yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.
Pemeriksaan kadar CRP dilakukan menggunakan metode aglutinasi lateks secara kualitatif, kemudian sampel dengan hasil positif dilanjutkan dengan pemeriksaan semi-kuantitatif melalui pengenceran bertingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29 responden (87,9%) memperoleh hasil CRP negatif, sedangkan 4 responden (12,1%) memperoleh hasil CRP positif dengan kadar berkisar 6 mg/L. Seluruh responden menggunakan pil kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung ethinylestradiol dan levonorgestrel dengan durasi penggunaan lebih dari satu tahun. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas wanita pengguna kontrasepsi oral memiliki kadar CRP dalam batas negatif berdasarkan metode aglutinasi lateks, sedangkan sebagian kecil responden menunjukkan hasil CRP positif. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode high-sensitivity C-reactive Protein (hs-CRP) yang lebih sensitif untuk mendeteksi inflamasi derajat rendah.