Informasi karya ilmiah

Abstrak
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri yang
sering terjadi dan dapat disebabkan oleh Klebsiella pneumoniae. Kemampuan
bakteri ini dalam menyebabkan infeksi dipengaruhi oleh berbagai faktor virulensi,
salah satunya gen fimH yang berperan dalam proses adhesi bakteri pada sel epitel
saluran kemih. Keberadaan gen fimH berhubungan dengan kemampuan kolonisasi
sehingga berperan dalam proses terjadinya infeksi. Oleh karena itu, deteksi gen
fimH diperlukan untuk mengetahui keberadaan faktor virulensi pada Klebsiella
pneumoniae.
Penelitian ini bertujuan mendeteksi gen fimH pada Klebsiella pneumoniae
penyebab infeksi saluran kemih menggunakan metode Polymerase Chain Reaction
(PCR). Penelitian menggunakan metode deskriptif laboratorik dengan pendekatan
eksploratif. Sampel penelitian berupa enam isolat Klebsiella pneumoniae yang telah
dikonfirmasi melalui identifikasi mikrobiologi menggunakan pewarnaan Gram dan
uji biokimia. DNA bakteri diekstraksi menggunakan gSYNC™ DNA Extraction
Kit, kemudian dilakukan pengukuran konsentrasi dan kemurnian DNA
menggunakan spektrofotometer Nanodrop.
Selanjutnya dilakukan optimasi suhu annealing, amplifikasi gen fimH
menggunakan primer spesifik, dan visualisasi produk PCR dengan elektroforesis
gel agarosa 3%. Keberadaan gen fimH ditentukan berdasarkan munculnya pita
DNA pada ukuran target 169 bp. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
informasi mengenai keberadaan gen fimH pada Klebsiella pneumoniae penyebab
ISK serta menjadi dasar pengembangan diagnosis molekuler dan penelitian lebih
lanjut mengenai faktor virulensi bakteri tersebut.
sering terjadi dan dapat disebabkan oleh Klebsiella pneumoniae. Kemampuan
bakteri ini dalam menyebabkan infeksi dipengaruhi oleh berbagai faktor virulensi,
salah satunya gen fimH yang berperan dalam proses adhesi bakteri pada sel epitel
saluran kemih. Keberadaan gen fimH berhubungan dengan kemampuan kolonisasi
sehingga berperan dalam proses terjadinya infeksi. Oleh karena itu, deteksi gen
fimH diperlukan untuk mengetahui keberadaan faktor virulensi pada Klebsiella
pneumoniae.
Penelitian ini bertujuan mendeteksi gen fimH pada Klebsiella pneumoniae
penyebab infeksi saluran kemih menggunakan metode Polymerase Chain Reaction
(PCR). Penelitian menggunakan metode deskriptif laboratorik dengan pendekatan
eksploratif. Sampel penelitian berupa enam isolat Klebsiella pneumoniae yang telah
dikonfirmasi melalui identifikasi mikrobiologi menggunakan pewarnaan Gram dan
uji biokimia. DNA bakteri diekstraksi menggunakan gSYNC™ DNA Extraction
Kit, kemudian dilakukan pengukuran konsentrasi dan kemurnian DNA
menggunakan spektrofotometer Nanodrop.
Selanjutnya dilakukan optimasi suhu annealing, amplifikasi gen fimH
menggunakan primer spesifik, dan visualisasi produk PCR dengan elektroforesis
gel agarosa 3%. Keberadaan gen fimH ditentukan berdasarkan munculnya pita
DNA pada ukuran target 169 bp. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
informasi mengenai keberadaan gen fimH pada Klebsiella pneumoniae penyebab
ISK serta menjadi dasar pengembangan diagnosis molekuler dan penelitian lebih
lanjut mengenai faktor virulensi bakteri tersebut.