Repository Akademik UNJANI

Temukan referensi untuk penelitianmu

Telusuri koleksi karya ilmiah berdasarkan judul, NIM, nama mahasiswa, penulis, atau topik penelitian.

Gunakan kata kunci yang spesifik untuk hasil lebih relevan.Filter lanjutan tersedia pada halaman hasil.

GAMBARAN RASIO C-REACTIVE PROTEIN TERHADAP ALBUMIN PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI

  • Tsamarah sofhi rojwa hartini
  • 2350381057
  • 2026
  • D3 Teknologi Laboratorium Medis

Informasi karya ilmiah

Cover default repository

Abstrak

Hipertensi pada kehamilan merupakan masalah kesehatan utama yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Preeklampsia sebagai bentuk paling berat berkaitan dengan inflamasi sistemik dan disfungsi endotel. C-Reactive Protein (CRP) cenderung meningkat pada ibu hamil dengan hipertensi, sedangkan kadar albumin menurun akibat peningkatan permeabilitas vaskular. Rasio CRP terhadap albumin (CAR) dinilai lebih sensitif dalam menggambarkan kondisi inflamasi dibandingkan pemeriksaan tunggal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan rasio CRP terhadap albumin pada ibu hamil dengan hipertensi.
Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan data primer terhadap ibu hamil yang terindikasi hipertensi di Puskesmas Kota Cimahi. Pemeriksaan CRP dilakukan dengan metode aglutinasi lateks, sedangkan albumin diperiksa menggunakan metode Bromocresol Green (BCG).
Dari 15 responden, 3 orang (20%) menunjukkan CRP positif, sedangkan 12 orang (80%) negatif. Kadar albumin berkisar 18,3–42,8 g/L, dengan 9 responden (60%) di bawah nilai normal. Rasio CRP terhadap albumin menunjukkan nilai minimum 3,3 dan maksimum 5,6, dengan median 5,1. Berdasarkan titik potong tersebut, 14 responden (93,3%) dikategorikan tidak menuju preeklampsia, sementara 1 responden (6,7%) menuju preeklampsia.
Disimpulkan bahwa rasio CRP terhadap albumin dapat menjadi indikator sensitif untuk menilai inflamasi dan risiko preeklampsia. Disarankan agar pemeriksaan rasio ini dipertimbangkan dalam evaluasi klinis ibu hamil dengan hipertensi, serta penelitian selanjutnya dilakukan dengan jumlah sampel lebih besar dan melibatkan rumah sakit rujukan.