Informasi karya ilmiah

Abstrak
Infeksi gastrointestinal akibat bakteri Gram-negatif Shigella flexneri (penyebab shigellosis) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia seiring meningkatnya kasus resistensi terhadap antibiotik lini pertama. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak jamur kuping (Auricularia auricula-judae) sebagai prebiotik terhadap peningkatan potensi antibakteri bakteriosin (plantaricin) dari probiotik Lactobacillus plantarum dalam menghambat pertumbuhan S. flexneri, serta menentukan konsentrasi ekstrak yang optimal. Pengujian dilakukan menggunakan filtrat sinbiotik dari kombinasi ekstrak etanol jamur kuping dengan variasi konsentrasi (1,6%; 0,8%; 0,4%; 0,2%; dan 0,1%), yang terbagi dalam 5 kelompok konsentrasi dan 1 kontrol positif melalui 4 kali pengulangan. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dan dianalisis secara statistik menggunakan One-Way ANOVA.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak jamur kuping memberikan pengaruh yang sangat signifikan (p < 0,001) terhadap peningkatan diameter zona hambat bakteriosin L. plantarum terhadap S. flexneri. Komponen beta-glukan pada jamur bertindak sebagai substrat karbon spesifik melalui jalur EMP untuk mempercepat pertumbuhan sel bakteri produsen.
Dapat disimpulkan bahwa suplementasi ekstrak jamur kuping secara signifikan mampu meningkatkan aktivitas antibakteri bakteriosin L. plantarum terhadap S. flexneri, tetapi penggunaan pelarut etanol, waktu inkubasi dan fase adaptasi. Mempengaruhi terhadap pertumbuhan zona hambat.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak jamur kuping memberikan pengaruh yang sangat signifikan (p < 0,001) terhadap peningkatan diameter zona hambat bakteriosin L. plantarum terhadap S. flexneri. Komponen beta-glukan pada jamur bertindak sebagai substrat karbon spesifik melalui jalur EMP untuk mempercepat pertumbuhan sel bakteri produsen.
Dapat disimpulkan bahwa suplementasi ekstrak jamur kuping secara signifikan mampu meningkatkan aktivitas antibakteri bakteriosin L. plantarum terhadap S. flexneri, tetapi penggunaan pelarut etanol, waktu inkubasi dan fase adaptasi. Mempengaruhi terhadap pertumbuhan zona hambat.