Informasi karya ilmiah

Abstrak
Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan resistensi insulin dan gangguan metabolisme glukosa. Salah satu gen yang berperan dalam proses transport glukosa adalah Solute Carrier Family 2 Member 4 (SLC2A4) yang mengkode protein Glucose Transporter Type 4 (GLUT-4). Deteksi gen SLC2A4 dapat dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), namun keberhasilan amplifikasi sangat dipengaruhi oleh kondisi PCR yang optimal.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan tahapan meliputi desain primer menggunakan SnapGene Viewer, isolasi DNA dari sampel darah pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan metode kit ekstraksi, pengukuran konsentrasi dan kemurniaan DNA, serta optimasi PCR antara lain yaitu optimasi suhu annealing dengan variasi gradien suhu pada rentang 62°C – 54,6°C berdasarkan rentang suhu annealing standar yang baik serta nilai Temperature Melting (Tm) dari primer yang digunakan dan optimasi konsentrasi primer dengan konsentrasi yang digunakan yaitu 0,1 μM; 0,5 μM; 1,0 μM. Hasil kemudian diamati melalui elektroforesis gel agarose 1%.
Berdasarkan hasil penelitian, isolasi DNA menunjukkan adanya pita DNA pada sumuran dengan ukuran lebih dari 10.000 pb. Hasil elektroforesis gel agarosa pada optimasi kondisi amplifikasi gen SLC2A4 dari penderita Diabetes Melitus Tipe 2 menunjukkan bahwa suhu annealing optimal terdapat pada suhu 62°C dan konsentrasi primer optimal pada 0,5 μM, yang menghasilkan pita DNA target dengan intensitas paling tebal dan spesifik. Kondisi optimal tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam amplifikasi gen SLC2A4 menggunakan metode PCR pada penelitian selanjutnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan tahapan meliputi desain primer menggunakan SnapGene Viewer, isolasi DNA dari sampel darah pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan metode kit ekstraksi, pengukuran konsentrasi dan kemurniaan DNA, serta optimasi PCR antara lain yaitu optimasi suhu annealing dengan variasi gradien suhu pada rentang 62°C – 54,6°C berdasarkan rentang suhu annealing standar yang baik serta nilai Temperature Melting (Tm) dari primer yang digunakan dan optimasi konsentrasi primer dengan konsentrasi yang digunakan yaitu 0,1 μM; 0,5 μM; 1,0 μM. Hasil kemudian diamati melalui elektroforesis gel agarose 1%.
Berdasarkan hasil penelitian, isolasi DNA menunjukkan adanya pita DNA pada sumuran dengan ukuran lebih dari 10.000 pb. Hasil elektroforesis gel agarosa pada optimasi kondisi amplifikasi gen SLC2A4 dari penderita Diabetes Melitus Tipe 2 menunjukkan bahwa suhu annealing optimal terdapat pada suhu 62°C dan konsentrasi primer optimal pada 0,5 μM, yang menghasilkan pita DNA target dengan intensitas paling tebal dan spesifik. Kondisi optimal tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam amplifikasi gen SLC2A4 menggunakan metode PCR pada penelitian selanjutnya.