Informasi karya ilmiah

Abstrak
Hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada
remaja sebagai kelompok usia produktif. Deteksi dini penting dilakukan
karena proporsi HBsAg positif tertinggi ditemukan pada kelompok usia di
bawah 30 tahun. Menurut WHO, pada tahun 2022 terdapat sekitar 254 juta
penderita hepatitis B kronis di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis hubungan faktor risiko dengan hasil
pemeriksaan HBsAg pada remaja di smk x kabupaten bandung, Penelitian
ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data di
kumpulkan melalui kuesioner mengenai, Penggunaan Alkohol, Tranfusi
Darah, Perilaku Seksual Multipartner , Penggunaan jarum suntik / Tato,
Menggunakan Narkoba, Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30
responden, sebanyak 2 orang (6,7%) memiliki faktor risiko hepatitis B,
sedangkan 28 orang (93,3%) tidak memiliki faktor risiko. Sebagian kecil
responden memiliki faktor risiko berhubungan seksual dan mengonsumsi
minuman alkohol. Seluruh hasil skrining Hepatitis B menunjukan hasil non
reaktif. Dengan demikian Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden
tidak memiliki faktor risiko hepatitis B, dan seluruh responden menunjukkan
hasil pemeriksaan HBsAg negatif. Dengan demikian, mayoritas responden
memiliki risiko rendah terhadap infeksi hepatitis B sehingga hubungan antara
faktor risiko dan hasil pemeriksaan HBsAg tidak dapat ditentukan.
remaja sebagai kelompok usia produktif. Deteksi dini penting dilakukan
karena proporsi HBsAg positif tertinggi ditemukan pada kelompok usia di
bawah 30 tahun. Menurut WHO, pada tahun 2022 terdapat sekitar 254 juta
penderita hepatitis B kronis di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis hubungan faktor risiko dengan hasil
pemeriksaan HBsAg pada remaja di smk x kabupaten bandung, Penelitian
ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data di
kumpulkan melalui kuesioner mengenai, Penggunaan Alkohol, Tranfusi
Darah, Perilaku Seksual Multipartner , Penggunaan jarum suntik / Tato,
Menggunakan Narkoba, Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30
responden, sebanyak 2 orang (6,7%) memiliki faktor risiko hepatitis B,
sedangkan 28 orang (93,3%) tidak memiliki faktor risiko. Sebagian kecil
responden memiliki faktor risiko berhubungan seksual dan mengonsumsi
minuman alkohol. Seluruh hasil skrining Hepatitis B menunjukan hasil non
reaktif. Dengan demikian Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden
tidak memiliki faktor risiko hepatitis B, dan seluruh responden menunjukkan
hasil pemeriksaan HBsAg negatif. Dengan demikian, mayoritas responden
memiliki risiko rendah terhadap infeksi hepatitis B sehingga hubungan antara
faktor risiko dan hasil pemeriksaan HBsAg tidak dapat ditentukan.