Informasi karya ilmiah

Abstrak
Anemia defisiensi besi merupakan masalah Kesehatan global yang menurunkan kadar hemoglobin darah, sementara bayam merah (Amaranthus tricolor) mengandung zat besi sebesar 7 mg/100 g serta kaya vitamin C yang berperan penting dalam membantu proses pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta menentukan dosis efektif optimal dari suspensi bayam merah dalam meningkatkan kadar hemoglobin.
Penelitian eksperimental laboratorik ini menggunakan desain post-test only control group design pada 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol negatif, serta tiga kelompok perlakuan suspensi bayam merah dosis 0,2 g/kg BB, 0,4 g/kg BB, dan 0,6 g/kg BB selama 14 hari) untuk mengetahui pengaruh pemberian suspensi bayam merah terhadap kadar hemoglobin.
Hasil analisis statistik One Way ANOVA menunjukan rata-rata kadar hemoglobin kelompok normal sebesar 15,54 g/dL, kelompok negatif sebesar 13,28 g/dL, serta kelompok dosis 0,2 g/kg BB, 0,4 g/kg BB, dan 0,6 g/kg BB masing-masing sebesar 15,48 g/dL, 16,12 g/dL, dan 15,72 g/dL dengan nilai p = 0,021 (p < 0,05). Uji Post Hoc membuktikan dosis 0,4 g/kg BB memberikan pengaruh paling optimal dalam meningkatkan kadar hemoglobin.
Hal ini membuktikan bahwa pemberian suspensi bayam merah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada tikus putih model anemia, dengan dosis 0,4 g/kg BB dan 0,6 g/kg BB berbeda signifikan dengan kelompok negative. Dosis 0,4 g/kg BB memberikan peningkatan kadar hemoglobin tertinggi.
Penelitian eksperimental laboratorik ini menggunakan desain post-test only control group design pada 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol negatif, serta tiga kelompok perlakuan suspensi bayam merah dosis 0,2 g/kg BB, 0,4 g/kg BB, dan 0,6 g/kg BB selama 14 hari) untuk mengetahui pengaruh pemberian suspensi bayam merah terhadap kadar hemoglobin.
Hasil analisis statistik One Way ANOVA menunjukan rata-rata kadar hemoglobin kelompok normal sebesar 15,54 g/dL, kelompok negatif sebesar 13,28 g/dL, serta kelompok dosis 0,2 g/kg BB, 0,4 g/kg BB, dan 0,6 g/kg BB masing-masing sebesar 15,48 g/dL, 16,12 g/dL, dan 15,72 g/dL dengan nilai p = 0,021 (p < 0,05). Uji Post Hoc membuktikan dosis 0,4 g/kg BB memberikan pengaruh paling optimal dalam meningkatkan kadar hemoglobin.
Hal ini membuktikan bahwa pemberian suspensi bayam merah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada tikus putih model anemia, dengan dosis 0,4 g/kg BB dan 0,6 g/kg BB berbeda signifikan dengan kelompok negative. Dosis 0,4 g/kg BB memberikan peningkatan kadar hemoglobin tertinggi.