Informasi karya ilmiah

Abstrak
Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit metabolik yang ditandai oleh
tingginya kadar glukosa dalam darah, yang disebabkan oleh gangguan kerja insulin.
Metformin HCl merupakan terapi lini pertama yang banyak digunakan pada
penderita diabetes mellitus tipe 2 dan diekskresikan melalui urin tanpa mengalami
metabolisme lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara kadar metformin HCl dalam urin dan profil urin pada penderita diabetes
mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional (noneksperimental) dan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian
berupa urin dari 40 responden penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengonsumsi
metformin HCl. Pemeriksaan kadar metformin HCl urin dilakukan menggunakan
spektrofotometri uv-vis, sedangkan pemeriksaan profil urin menggunakan metode
dipstick. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square untuk
melihat hubungan antara kadar metformin HCl urin dengan profil urin pada
penderita diabetes mellitus tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar
metformin HCl urin sebesar 49,9 mg/L dengan nilai minimum 19,33 mg/L dan
maksimum 95,84 mg/L. Sebagian besar responden memiliki hasil profil urin dalam
kategori normal. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan
antara kadar metformin HCl urin dengan parameter glukosa urin (p = 0,041),
sedangkan pada parameter keton (p = 1,000), darah (blood) (p = 1,000), pH (p =
1,000), protein urin (p = 0,342) dan leukosit urin (p =1,000) tidak menunjukkan
hubungan signifikan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan antara kadar metformin HCl urin dengan parameter glukosa urin pada
penderita diabetes mellitus tipe 2, namun tidak terdapat hubungan dengan
parameter keton, darah (blood), pH, protein dan leukosit.
tingginya kadar glukosa dalam darah, yang disebabkan oleh gangguan kerja insulin.
Metformin HCl merupakan terapi lini pertama yang banyak digunakan pada
penderita diabetes mellitus tipe 2 dan diekskresikan melalui urin tanpa mengalami
metabolisme lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara kadar metformin HCl dalam urin dan profil urin pada penderita diabetes
mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional (noneksperimental) dan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian
berupa urin dari 40 responden penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengonsumsi
metformin HCl. Pemeriksaan kadar metformin HCl urin dilakukan menggunakan
spektrofotometri uv-vis, sedangkan pemeriksaan profil urin menggunakan metode
dipstick. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square untuk
melihat hubungan antara kadar metformin HCl urin dengan profil urin pada
penderita diabetes mellitus tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar
metformin HCl urin sebesar 49,9 mg/L dengan nilai minimum 19,33 mg/L dan
maksimum 95,84 mg/L. Sebagian besar responden memiliki hasil profil urin dalam
kategori normal. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan
antara kadar metformin HCl urin dengan parameter glukosa urin (p = 0,041),
sedangkan pada parameter keton (p = 1,000), darah (blood) (p = 1,000), pH (p =
1,000), protein urin (p = 0,342) dan leukosit urin (p =1,000) tidak menunjukkan
hubungan signifikan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan antara kadar metformin HCl urin dengan parameter glukosa urin pada
penderita diabetes mellitus tipe 2, namun tidak terdapat hubungan dengan
parameter keton, darah (blood), pH, protein dan leukosit.