Repository Akademik UNJANI

Temukan referensi untuk penelitianmu

Telusuri koleksi karya ilmiah berdasarkan judul, NIM, nama mahasiswa, penulis, atau topik penelitian.

Gunakan kata kunci yang spesifik untuk hasil lebih relevan.Filter lanjutan tersedia pada halaman hasil.

ANALISIS POTENSI PREBIOTIK JAMUR KUPING MERAH (Auricularia auricula-judae) TERHADAP PERTUMBUHAN Lactobacillus acidophilus

  • VANIA NUR AULIA PUTRI
  • 2350381018
  • 2026
  • D3 Teknologi Laboratorium Medis

Informasi karya ilmiah

Cover default repository

Abstrak

Jamur kuping (Auricularia auricula) merupakan salah satu jamur pangan
yang mengandung polisakarida, terutama β-glukan, yang berpotensi sebagai prebiotik. Prebiotik merupakan komponen pangan yang tidak dapat dicerna oleh
enzim pencernaan, tetapi dapat dimanfaatkan secara selektif oleh bakteri probiotik, seperti Lactobacillus acidophilus, sehingga mendukung pertumbuhan dan aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi prebiotik ekstrak jamur kuping terhadap pertumbuhan populasi Lactobacillus acidophilus pada berbagai konsentrasi.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan yang terdiri atas
enam perlakuan, yaitu kontrol (0%), konsentrasi ekstrak jamur kuping 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, dan 1,6%, masing-masing dengan empat kali pengulangan. Pertumbuhan bakteri diukur menggunakan metode spektrofotometri berdasarkan
nilai absorbansi, kemudian dikonversi menjadi jumlah bakteri menggunakan standar McFarland 0,5. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah Lactobacillus
acidophilus pada seluruh kelompok perlakuan berada pada kisaran yang relatif serupa. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antarperlakuan (p < 0,05), namun peningkatan konsentrasi ekstrak jamur kuping belum menunjukkan pola peningkatan jumlah bakteri yang konsisten. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak jamur kuping memiliki potensi untuk
memengaruhi pertumbuhan Lactobacillus acidophilus, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan metode ekstraksi yang lebih optimal, variasi konsentrasi yang lebih luas, serta parameter pertumbuhan bakteri yang lebih
lengkap untuk memperoleh gambaran aktivitas prebiotik yang lebih komprehensif.