Informasi karya ilmiah

Abstrak
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS (D-3) FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI 2026
SALWA NABILAH, 2350381030
OPTIMASI SUHU ANNEALING DAN KONSENTRASI PRIMER GEN LDLR METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)
ix + 56 halaman + 5 tabel + 6 gambar + 4 lampiran
ABSTRAK
Gen Low-Density Lipoprotein Receptor (LDLR) berperan penting dalam metabolisme kolesterol, sehingga amplifikasi gen ini memerlukan kondisi Polymerase Chain Reaction (PCR) yang optimal. Keberhasilan amplifikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama suhu annealing dan konsentrasi primer. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimal suhu annealing dan konsentrasi primer pada amplifikasi gen LDLR. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan melakukan optimasi suhu annealing pada 62,0°C, 60,4°C, 57,1°C, dan 54,6°C serta konsentrasi primer 0,1 µM, 0,5 µM, dan 1,0 µM. Sampel berupa DNA hasil ekstraksi darah vena orang sehat menggunakan metode spin column. Hasil amplifikasi dianalisis melalui elektroforesis gel agarosa berdasarkan ukuran, intensitas, dan spesifisitas pita DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu annealing 60,4°C menghasilkan pita DNA paling jelas dan spesifik pada ukuran target 369 bp. Konsentrasi primer 0,5 µM menghasilkan pita DNA dengan intensitas paling kuat dibandingkan konsentrasi lainnya. Dengan demikian, kombinasi suhu annealing 60,4°C dan konsentrasi primer 0,5 µM merupakan kondisi PCR yang paling optimal untuk amplifikasi gen LDLR. Penelitian selanjutnya disarankan menerapkan kondisi PCR optimal tersebut untuk deteksi gen LDLR pada pasien hiperkolesterolemia.
Kata Kunci: gen LDLR, PCR, suhu annealing, konsentrasi primer
Kepustakaan: 2021–2025
SALWA NABILAH, 2350381030
OPTIMASI SUHU ANNEALING DAN KONSENTRASI PRIMER GEN LDLR METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)
ix + 56 halaman + 5 tabel + 6 gambar + 4 lampiran
ABSTRAK
Gen Low-Density Lipoprotein Receptor (LDLR) berperan penting dalam metabolisme kolesterol, sehingga amplifikasi gen ini memerlukan kondisi Polymerase Chain Reaction (PCR) yang optimal. Keberhasilan amplifikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama suhu annealing dan konsentrasi primer. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimal suhu annealing dan konsentrasi primer pada amplifikasi gen LDLR. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan melakukan optimasi suhu annealing pada 62,0°C, 60,4°C, 57,1°C, dan 54,6°C serta konsentrasi primer 0,1 µM, 0,5 µM, dan 1,0 µM. Sampel berupa DNA hasil ekstraksi darah vena orang sehat menggunakan metode spin column. Hasil amplifikasi dianalisis melalui elektroforesis gel agarosa berdasarkan ukuran, intensitas, dan spesifisitas pita DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu annealing 60,4°C menghasilkan pita DNA paling jelas dan spesifik pada ukuran target 369 bp. Konsentrasi primer 0,5 µM menghasilkan pita DNA dengan intensitas paling kuat dibandingkan konsentrasi lainnya. Dengan demikian, kombinasi suhu annealing 60,4°C dan konsentrasi primer 0,5 µM merupakan kondisi PCR yang paling optimal untuk amplifikasi gen LDLR. Penelitian selanjutnya disarankan menerapkan kondisi PCR optimal tersebut untuk deteksi gen LDLR pada pasien hiperkolesterolemia.
Kata Kunci: gen LDLR, PCR, suhu annealing, konsentrasi primer
Kepustakaan: 2021–2025