Repository Akademik UNJANI

Temukan referensi untuk penelitianmu

Telusuri koleksi karya ilmiah berdasarkan judul, NIM, nama mahasiswa, penulis, atau topik penelitian.

Gunakan kata kunci yang spesifik untuk hasil lebih relevan.Filter lanjutan tersedia pada halaman hasil.

Gambaran C-Reactive Protein (CRP) pada Pasien Talasemia di Rumah Sakit Umum Daerah Pameungpeuk Garut

  • Atalla Rhania Insyira
  • 2350381045
  • 2026
  • D3 Teknologi Laboratorium Medis

Informasi karya ilmiah

Cover default repository

Abstrak

Talasemia merupakan kelainan genetik yang ditandai oleh gangguan
sintesis hemoglobin sehingga menyebabkan anemia kronis dan memerlukan
transfusi darah secara berulang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko
terjadinya inflamasi akibat hemolisis kronis maupun akumulasi zat besi. C-
Reactive Protein (CRP) merupakan protein fase akut yang digunakan sebagai
penanda inflamasi dan infeksi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran kadar CRP pada pasien talasemia di RSUD
Pameungpeuk Garut.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien talasemia yang
dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi.
Pemeriksaan CRP dilakukan menggunakan metode aglutinasi lateks secara
kualitatif dan dilanjutkan dengan pemeriksaan semi-kuantitatif pada sampel
dengan hasil positif. Data karakteristik responden diperoleh melalui
kuesioner dan wawancara, sedangkan data kadar CRP melalui pemeriksaan
laboratorium.
Berdasarkan pemeriksaan kualitatif menunjukkan bahwa 29
responden (97%) memiliki hasil CRP negatif dan 1 responden (3%) memiliki
hasil CRP positif. Selanjutnya pemeriksaan semi-kuantitatif pada responden
dengan hasil positif menunjukkan titer ¼ dengan kadar CRP sebesar 24 mg/L,
dengan sensitivitas reagen 6 mg/L.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar pasien talasemia
di RSUD Pameungpeuk Garut tidak mengalami peningkatan kadar CRP dan
berada dalam kondisi klinis tanpa inflamasi pada saat pemeriksaan dilakukan.
Untuk penelitian lebih lanjut disarankan dengan jumlah sampel yang lebih
besar serta menggunakan metode pemeriksaan CRP yang lebih sensitif untuk
memperoleh gambaran inflamasi pada pasien talasemia secara komprehensif.