Repository Akademik UNJANI

Temukan referensi untuk penelitianmu

Telusuri koleksi karya ilmiah berdasarkan judul, NIM, nama mahasiswa, penulis, atau topik penelitian.

Gunakan kata kunci yang spesifik untuk hasil lebih relevan.Filter lanjutan tersedia pada halaman hasil.

AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI YANG DIBERI SERBUK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L)

  • VANISA KURNIA
  • 2350381011
  • 2026
  • D3 Teknologi Laboratorium Medis

Informasi karya ilmiah

Cover default repository

Abstrak

PROGRAM STUDI ILMU TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS (D-3) FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI 2023
VANISA KURNIA, 2350381011
AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI YANG DIBERI SERBUK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L)
ix+ 14 hal+ 72 tabel+ 5 gambar+ 5 lampiran 22
ABSTRAK
Anemia defisiensi zat besi dapat menurunkan aktivitas fagositosis makrofag sehingga mengganggu fungsi sistem imun. Serbuk daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) mengandung zat besi dan antioksidan yang berpotensi meningkatkan aktivitas makrofag. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian serbuk daun bayam merah terhadap aktivitas fagositosis makrofag pada tikus (Rattus norvegicus) model anemia defisiensi zat besi. Penelitian menggunakan metode eksperimental in vivo dengan rancangan post-test only control group design. Tikus dibagi menjadi lima kelompok, yaitu normal, anemia, dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis 200, 400, dan 600 mg/kgBB. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Least Significant Difference (LSD). Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,001). Dosis 600 mg/kgBB memberikan aktivitas fagositosis makrofag tertinggi dan mendekati kelompok normal. Disimpulkan bahwa serbuk daun bayam merah berpengaruh dalam meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag pada tikus model anemia defisiensi zat besi.
Kata Kunci:. anemia defisiensi zat besi, fagositosis makrofag, bayam merah Kepustakaan : 35 (2022-2026)