Repository Akademik UNJANI

Temukan referensi untuk penelitianmu

Telusuri koleksi karya ilmiah berdasarkan judul, NIM, nama mahasiswa, penulis, atau topik penelitian.

Gunakan kata kunci yang spesifik untuk hasil lebih relevan.Filter lanjutan tersedia pada halaman hasil.

Hubungan Antara Lamanya Transfusi Darah dengan Kadar Feritin pada Pasien Anak Thalasemia yang Diberikan Obat Deferipron di RSUD Welas Asih

  • Nur\'aini Al Zahra Alam
  • 2350381061
  • 2026
  • D3 Teknologi Laboratorium Medis

Informasi karya ilmiah

Cover default repository

Abstrak

Thalasemia merupakan kelainan genetik pada hemoglobin yang
menyebabkan anemia hemolitik kronis sehingga penderitanya memerlukan
transfusi darah secara rutin. Transfusi yang dilakukan berulang kali dapat
mengakibatkan penumpukan zat besi dalam tubuh yang tercermin dari peningkatan
kadar feritin serum. Kondisi ini berpotensi merusak organ vital seperti hati, jantung,
dan kelenjar endokrin apabila tidak ditangani dengan terapi kelasi besi yang tepat,
salah satunya menggunakan obat deferipron. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara lamanya transfusi darah serta frekuensi transfusi
dengan kadar feritin pada pasien anak thalasemia yang mendapatkan obat
deferipron di RSUD Welas Asih. Metode yang digunakan adalah analitik
observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 30 responden
berusia 4–12 tahun yang dipilih secara acak berdasarkan kriteria inklusi. Data
dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman karena seluruh variabel tidak
terdistribusi normal berdasarkan hasil uji normalitas (p < 0,05). Hasil penelitian
menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara jumlah total transfusi
dengan kadar feritin (r = 0,482; p = 0,007) dengan kekuatan korelasi sedang. Selain
itu, ditemukan hubungan positif yang kuat dan sangat bermakna antara pasien
menerima transfusi dengan kadar feritin (r = 0,824; p = 0,000). Hal ini menunjukkan
bahwa semakin lama pasien menjalani transfusi darah, maka semakin tinggi pula
kadar feritin dalam tubuhnya. Disimpulkan bahwa lama transfusi merupakan faktor
yang lebih dominan dibandingkan frekuensi transfusi dalam memengaruhi
akumulasi besi pada pasien thalasemia anak. Oleh karena itu, pemantauan kadar
feritin secara berkala minimal setiap tiga bulan sangat direkomendasikan guna
mendeteksi dini kondisi iron overload dan mencegah komplikasi organ pada pasien
thalasemia yang menjalani transfusi jangka panjang.