Repository Akademik UNJANI

Temukan referensi untuk penelitianmu

Telusuri koleksi karya ilmiah berdasarkan judul, NIM, nama mahasiswa, penulis, atau topik penelitian.

Gunakan kata kunci yang spesifik untuk hasil lebih relevan.Filter lanjutan tersedia pada halaman hasil.

Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) Sebagai Alternatif Deteksi Formalin Pada Mie Basah

  • DWI AULIYA
  • 2350381039
  • 2026
  • D3 Teknologi Laboratorium Medis

Informasi karya ilmiah

Cover default repository

Abstrak

PROGRAM STUDI ILMU TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS (D-3) FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI 2026

Dwi Auliya, NPM. 2350381039
Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) sebagai Alternatif Deteksi Formalin pada Mie Basah.
xiv+ 58 + 7 tabel+ 8 gambar+ 4 lampiran

ABSTRAK

Mie basah merupakan bahan pangan yang mudah rusak karena memiliki kadar air tinggi sehingga rentan disalahgunakan dengan penambahan formalin sebagai bahan pengawet. Penggunaan formalin pada bahan pangan dilarang karena berbahaya bagi kesehatan, sedangkan metode deteksinya umumnya memerlukan peralatan laboratorium yang mahal. Oleh karena itu, diperlukan metode deteksi yang sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai indikator alami dalam mendeteksi formalin pada mie basah berdasarkan perubahan warna yang dihasilkan.
Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif. Ekstrak bunga telang diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat dalam beberapa variasi konsentrasi (5%, 10%, 25%, 50%, dan 100%) dan diuji pada kontrol positif, kontrol negatif, serta sampel mie basah. Pengujian pada 5 sampel mie basah yang diperoleh secara purposive sampling dari pedagang, dengan validasi menggunakan metode asam kromatropat sebagai pembanding.
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak bunga telang 50% memberikan perubahan warna paling jelas dan kontras, sedangkan formalin 0,5% dipilih sebagai kontrol positif optimal. Dari 5 sampel yang diuji, sampel A dan C menunjukkan hasil positif formalin dengan perubahan warna dari ungu pekat menjadi hijau kebiruan, sedangkan pada sampel B, D, dan E menunjukkan hasil negatif. Hasil ini konsisten dengan pengujian metode asam kromatropat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga telang berpotensi digunakan sebagai indikator alami yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan untuk deteksi awal formalin pada mie basah.

Kata Kunci: Clitoria ternatea, bunga telang, formalin, mie basah, antosianin, indikator alami.
Kepustakaan : 25 (2017-2025)