Informasi karya ilmiah

Abstrak
ABSTRAK
Hepatitis C merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV) yang menyerang organ hati dan dapat berkembang menjadi kronis serta menimbulkan komplikasi serius. Populasi tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) termasuk kelompok berisiko tinggi terhadap infeksi Hepatitis C karena berkaitan dengan riwayat perilaku berisiko sebelum masa penahanan.
Pemeriksaan Anti-HCV menggunakan metode rapid diagnostic test (RDT) dipilih sebagai skrining awal karena memiliki prosedur sederhana, hasil cepat, serta sensitivitas dan spesifitas yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran hasil pemeriksaan Anti-HCV dan karakteristik sampel penelitian pada tahanan di Rumah Tahanan Negara Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Kota Bandung.
Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari
responden. Pemeriksaan Anti-HCV dilakukan menggunakan metode
imunokromatografi dengan rapid pertama sensitivitas 96,7 dan spesifisitas 97,5%, dan pemeriksaan konfirmasi menggunakan rapid test dengan sensitivitas 99,3
Hepatitis C merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV) yang menyerang organ hati dan dapat berkembang menjadi kronis serta menimbulkan komplikasi serius. Populasi tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) termasuk kelompok berisiko tinggi terhadap infeksi Hepatitis C karena berkaitan dengan riwayat perilaku berisiko sebelum masa penahanan.
Pemeriksaan Anti-HCV menggunakan metode rapid diagnostic test (RDT) dipilih sebagai skrining awal karena memiliki prosedur sederhana, hasil cepat, serta sensitivitas dan spesifitas yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran hasil pemeriksaan Anti-HCV dan karakteristik sampel penelitian pada tahanan di Rumah Tahanan Negara Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Kota Bandung.
Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari
responden. Pemeriksaan Anti-HCV dilakukan menggunakan metode
imunokromatografi dengan rapid pertama sensitivitas 96,7 dan spesifisitas 97,5%, dan pemeriksaan konfirmasi menggunakan rapid test dengan sensitivitas 99,3