Informasi karya ilmiah

Abstrak
Pemeriksaan mikroskopis Aspergillus fumigatus umumnya menggunakan pewarna Lactophenol Cotton Blue (LPCB) karena mampu memberikan kontras yang baik sehingga struktur morfologi jamur, seperti hifa, konidiofor, vesikel, dan konidia dapat diamati dengan jelas. Namun, kandungan fenol dalam LPCB bersifat toksik dan korosif sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi petugas laboratorium. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pewarna alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Buah ranti (Solanum nigrum L.) mengandung antosianin, flavonoid, dan senyawa fenolik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi infusum buah ranti sebagai pewarna alternatif pada preparat Aspergillus fumigatus.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan post-test only. Sebanyak 24 preparat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol menggunakan LPCB serta perlakuan infusum buah ranti dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang diperiksa meliputi kualitas visualisasi morfologi jamur (hifa, konidiofor, dan konidia) secara mikroskopis menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400× serta intensitas warna menggunakan perangkat lunak ImageJ. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat kemaknaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusum buah ranti konsentrasi 15% merupakan konsentrasi terbaik karena mampu memberikan pewarnaan pada struktur morfologi Aspergillus fumigatus, sedangkan konsentrasi 5
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan post-test only. Sebanyak 24 preparat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol menggunakan LPCB serta perlakuan infusum buah ranti dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang diperiksa meliputi kualitas visualisasi morfologi jamur (hifa, konidiofor, dan konidia) secara mikroskopis menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400× serta intensitas warna menggunakan perangkat lunak ImageJ. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat kemaknaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusum buah ranti konsentrasi 15% merupakan konsentrasi terbaik karena mampu memberikan pewarnaan pada struktur morfologi Aspergillus fumigatus, sedangkan konsentrasi 5