Informasi karya ilmiah

Abstrak
Paparan asap rokok diketahui sebagai salah satu stresor kimia yang dapat
mengganggu keseimbangan mikroekosistem rongga mulut sehingga meningkatkan
peluang kolonisasi jamur oportunistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran proporsi prevalensi Candida albicans pada mukosa mulut perokok
konvensional, perokok elektrik, dan non-perokok, serta mengevaluasi proporsinya
berdasarkan faktor predisposisi (frekuensi menyikat gigi, penggunaan obat kumur,
riwayat antibiotik) di Kelurahan Cibeber.
Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan
pendekatan cross-sectional. Identifikasi spesies jamur dilakukan melalui kultur
swab mukosa oral menggunakan media selektif Chrom Agar Candida. Hasil
identifikasi pada 45 sampel menunjukkan prevalensi Candida albicans sebesar
8,9% (4 sampel). Berdasarkan jenis paparan, proporsi tertinggi ditemukan pada
perokok konvensional (20,0%), diikuti perokok elektrik (6,7%), sedangkan pada
kelompok non-perokok tidak ditemukan isolat (0,0%). Pada evaluasi faktor
predisposisi, kecenderungan proporsi tertinggi ditemukan pada responden dengan
frekuensi menyikat gigi kategori baik (13,0%), penggunaan obat kumur rutin
(20,0%), terdistribusi setara pada riwayat konsumsi antibiotik (9,1%).
Sebagai temuan tambahan, ditemukan dominasi spesies non-albicans
berupa Candida tropicalis dan Candida krusei pada kelompok perokok.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah paparan asap rokok konvensional dan
intervensi kebersihan mulut secara kimiawi (obat kumur antiseptik) menunjukkan
kecenderungan proporsi prevalensi Candida albicans yang lebih tinggi. Secara
klinis mengindikasikan terjadinya pergeseran keseimbangan ekologi (disbiosis)
mikrobiota rongga mulut.
Kata Kunci : Candida albicans, Perokok Konvensional, Perokok Elektrik,
Prevalensi, Disbiosis oral, Chrom Agar Candida.
mengganggu keseimbangan mikroekosistem rongga mulut sehingga meningkatkan
peluang kolonisasi jamur oportunistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran proporsi prevalensi Candida albicans pada mukosa mulut perokok
konvensional, perokok elektrik, dan non-perokok, serta mengevaluasi proporsinya
berdasarkan faktor predisposisi (frekuensi menyikat gigi, penggunaan obat kumur,
riwayat antibiotik) di Kelurahan Cibeber.
Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan
pendekatan cross-sectional. Identifikasi spesies jamur dilakukan melalui kultur
swab mukosa oral menggunakan media selektif Chrom Agar Candida. Hasil
identifikasi pada 45 sampel menunjukkan prevalensi Candida albicans sebesar
8,9% (4 sampel). Berdasarkan jenis paparan, proporsi tertinggi ditemukan pada
perokok konvensional (20,0%), diikuti perokok elektrik (6,7%), sedangkan pada
kelompok non-perokok tidak ditemukan isolat (0,0%). Pada evaluasi faktor
predisposisi, kecenderungan proporsi tertinggi ditemukan pada responden dengan
frekuensi menyikat gigi kategori baik (13,0%), penggunaan obat kumur rutin
(20,0%), terdistribusi setara pada riwayat konsumsi antibiotik (9,1%).
Sebagai temuan tambahan, ditemukan dominasi spesies non-albicans
berupa Candida tropicalis dan Candida krusei pada kelompok perokok.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah paparan asap rokok konvensional dan
intervensi kebersihan mulut secara kimiawi (obat kumur antiseptik) menunjukkan
kecenderungan proporsi prevalensi Candida albicans yang lebih tinggi. Secara
klinis mengindikasikan terjadinya pergeseran keseimbangan ekologi (disbiosis)
mikrobiota rongga mulut.
Kata Kunci : Candida albicans, Perokok Konvensional, Perokok Elektrik,
Prevalensi, Disbiosis oral, Chrom Agar Candida.