Informasi karya ilmiah

Abstrak
Konsumsi minuman beralkohol merupakan perilaku yang banyak ditemukan dalam berbagai aktivitas sosial dan budaya. Konsumsi alkohol secara berlebihan dan dalam jangka panjang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, termasuk gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin serum. Remaja perguruan tinggi merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku konsumsi alkohol sehingga berisiko mengalami gangguan kesehatan sejak usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi minuman beralkohol terhadap kadar kreatinin serum pada remaja perguruan tinggi di Kota X. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang meliputi lama konsumsi, frekuensi konsumsi, dan banyaknya konsumsi alkohol serta pemeriksaan kadar kreatinin serum pada 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan telah menandatangani informed consent. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama konsumsi alkohol dengan kadar kreatinin serum (p=0,265) maupun frekuensi konsumsi alkohol dengan kadar kreatinin serum (p=0,665). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara banyaknya konsumsi alkohol dengan kadar kreatinin serum pada remaja perguruan tinggi (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara banyaknya konsumsi minuman beralkohol dan kadar kreatinin serum pada remaja perguruan tinggi di Kota X, sedangkan lama konsumsi dan frekuensi konsumsi alkohol tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan parameter fungsi ginjal lain, seperti ureum dan laju filtrasi glomerulus, untuk memperoleh gambaran fungsi ginjal yang lebih komprehensif.
Kata kunci: alkohol, kreatinin serum, remaja, fungsi ginjal, pola konsumsi alkohol.
Kata kunci: alkohol, kreatinin serum, remaja, fungsi ginjal, pola konsumsi alkohol.