Informasi karya ilmiah

Abstrak
Resistensi antimikroba (AMR) merupakan ancaman kesehatan global, dengan Escherichia coli menempati peringkat pertama sebagai bakteri penyebab kematian akibat resistensi obat. Salah satu alternatif penanganannya adalah pendekatan sinbiotik menggunakan probiotik Lactobacillus acidophilus penghasil bakteriosin dengan prebiotik jamur kuping (Auricularia auricula-judae) yang kaya akan polisakarida β-glukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi sinbiotik tersebut sebagai agen antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli.
Metode penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak jamur kuping hasil maserasi etanol 96% sebesar 0%, 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8, dan 1,6%. Sediaan uji dibuat melalui fermentasi sinbiotik di media MRS Broth, lalu disentrifugasi untuk memisahkan bagian supernatan dan endapan sel. Supernatan diproses menjadi suspensi bakteriosin melalui netralisasi pH menggunakan larutan NaOH dan disaring menggunakan filter 0,22 µm. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar (MHA).
Hasil uji pada kontrol positif dari supernatan Lactobacillus acidophilus menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan rata-rata zona hambat 13,5 mm. Namun, pada pengujian suspensi bakteriosin di seluruh variasi konsentrasi 0% sampai 1,6% maupun kontrol negatif tidak menghasilkan zona hambat sama sekali (0 mm).
Kesimpulan penelitian ini adalah formula sinbiotik tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli pada seluruh kelompok perlakuan, sehingga nilai konsentrasi optimal tidak dapat ditentukan. Hal ini disebabkan oleh tidak tertariknya senyawa prebiotik saat ekstraksi, ketepatan durasi inkubasi fermentasi, serta kepekatan peptida antibakteri yang terbentuk.
Kata Kunci: Lactobacillus acidophilus, Bakteriosin, Auricularia auricula-judae, Escherichia coli, Zona Hambat.
Metode penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak jamur kuping hasil maserasi etanol 96% sebesar 0%, 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8, dan 1,6%. Sediaan uji dibuat melalui fermentasi sinbiotik di media MRS Broth, lalu disentrifugasi untuk memisahkan bagian supernatan dan endapan sel. Supernatan diproses menjadi suspensi bakteriosin melalui netralisasi pH menggunakan larutan NaOH dan disaring menggunakan filter 0,22 µm. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar (MHA).
Hasil uji pada kontrol positif dari supernatan Lactobacillus acidophilus menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan rata-rata zona hambat 13,5 mm. Namun, pada pengujian suspensi bakteriosin di seluruh variasi konsentrasi 0% sampai 1,6% maupun kontrol negatif tidak menghasilkan zona hambat sama sekali (0 mm).
Kesimpulan penelitian ini adalah formula sinbiotik tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli pada seluruh kelompok perlakuan, sehingga nilai konsentrasi optimal tidak dapat ditentukan. Hal ini disebabkan oleh tidak tertariknya senyawa prebiotik saat ekstraksi, ketepatan durasi inkubasi fermentasi, serta kepekatan peptida antibakteri yang terbentuk.
Kata Kunci: Lactobacillus acidophilus, Bakteriosin, Auricularia auricula-judae, Escherichia coli, Zona Hambat.