Informasi karya ilmiah

Abstrak
Infeksi virus hepatitis B (VHB) tetap menjadi tantangan kesehatan
masyarakat yang dapat dicegah melalui vaksinasi, dengan keberhasilan ditandai
oleh pembentukan kadar antibodi anti-HBs protektif (>10 mIU/mL). Namun,
respons imun humoral pascavaksinasi bervariasi karena dipengaruhi faktor internal
seperti Indeks Massa Tubuh (IMT) serta kondisi psikologis seperti stres akademik.
Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai IMT dan tingkat
stres akademik dengan titer antibodi hepatitis B pada 40 mahasiswa pascavaksinasi
di Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Pengukuran IMT dilakukan melalui penimbangan berat badan
dan tinggi badan, tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Lakaev Academic
Stress Response Scale (LASRS), sedangkan titer anti-HBs diperiksa dengan metode
Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) sandwich menggunakan kit reagen
yang memiliki sensitivitas 100
masyarakat yang dapat dicegah melalui vaksinasi, dengan keberhasilan ditandai
oleh pembentukan kadar antibodi anti-HBs protektif (>10 mIU/mL). Namun,
respons imun humoral pascavaksinasi bervariasi karena dipengaruhi faktor internal
seperti Indeks Massa Tubuh (IMT) serta kondisi psikologis seperti stres akademik.
Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai IMT dan tingkat
stres akademik dengan titer antibodi hepatitis B pada 40 mahasiswa pascavaksinasi
di Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Pengukuran IMT dilakukan melalui penimbangan berat badan
dan tinggi badan, tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Lakaev Academic
Stress Response Scale (LASRS), sedangkan titer anti-HBs diperiksa dengan metode
Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) sandwich menggunakan kit reagen
yang memiliki sensitivitas 100