Informasi karya ilmiah

Abstrak
Latar belakang : Open Reduction Internal Fixation (ORIF) adalah metode bedah
untuk menyatukan tulang patah, memastikan penyatuan yang efektif dan
mencegah pergeseran fragmen tulang. Angka fraktur di Indonesia adalah 5,5%,
sementara di Jawa Barat mencapai 6,4%, yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Gejala yg sering dikeluhkan oleh pasien post op adalah nyeri. Nyeri bisa diberikan
dengan obat dan terapi komplementer. Terapi musik merupakan salah satu jenis
terapi komplementer untuk mengatasi nyeri.
Tujuan : Untuk mengidentifikasi penerapan terapi musik dalam pemberian asuhan
keperawatan pasien post ORIF.
Metode : Pengambilan kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan
pendekatan studi kasus, sedangkan proses pengumpulan data dilakukan dengan
observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi literatur, dan studi dokumentasi.
Sdr.A dirawat di ruang B3 RSUD Cibabat dengan kondisi post op ORIF (Open
Reduction Internal Fixation) yang akan diberikan intervensi terapi musik klasik
mozart Adagio in B minor K.540. Terapi musik dilakukan 1 kali sehari selama 3
hari dengan durasi 15 menit menggunakan alat ukur nyeri Numerical Rating Scale
(NRS).
Hasil : Masalah keperawatan yang ditemukan pada kasus ini adalah nyeri akut,
risiko infeksi, dan gangguan mobilitas fisik teratasi. Hasil yang didapatkan setelah
diberikan terapi musik klasik ini mampu menurunkan intensitas nyeri pada pasien
post ORIF akibat fraktur tibia sinistra dari kategori nyeri sedang 6 (0-10) menjadi
nyeri ringan 1 (0-10).
Saran : Pasien post ORIF melaporkan nyeri skala 6, yang berhasil diturunkan
menjadi 1. Disarankan untuk melanjutkan terapi musik klasik sampai tidak merasa
nyeri lagi.
Kata kunci : Fraktur, Post Operasi ORIF, Nyeri, Terapi musik klasik
untuk menyatukan tulang patah, memastikan penyatuan yang efektif dan
mencegah pergeseran fragmen tulang. Angka fraktur di Indonesia adalah 5,5%,
sementara di Jawa Barat mencapai 6,4%, yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Gejala yg sering dikeluhkan oleh pasien post op adalah nyeri. Nyeri bisa diberikan
dengan obat dan terapi komplementer. Terapi musik merupakan salah satu jenis
terapi komplementer untuk mengatasi nyeri.
Tujuan : Untuk mengidentifikasi penerapan terapi musik dalam pemberian asuhan
keperawatan pasien post ORIF.
Metode : Pengambilan kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan
pendekatan studi kasus, sedangkan proses pengumpulan data dilakukan dengan
observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi literatur, dan studi dokumentasi.
Sdr.A dirawat di ruang B3 RSUD Cibabat dengan kondisi post op ORIF (Open
Reduction Internal Fixation) yang akan diberikan intervensi terapi musik klasik
mozart Adagio in B minor K.540. Terapi musik dilakukan 1 kali sehari selama 3
hari dengan durasi 15 menit menggunakan alat ukur nyeri Numerical Rating Scale
(NRS).
Hasil : Masalah keperawatan yang ditemukan pada kasus ini adalah nyeri akut,
risiko infeksi, dan gangguan mobilitas fisik teratasi. Hasil yang didapatkan setelah
diberikan terapi musik klasik ini mampu menurunkan intensitas nyeri pada pasien
post ORIF akibat fraktur tibia sinistra dari kategori nyeri sedang 6 (0-10) menjadi
nyeri ringan 1 (0-10).
Saran : Pasien post ORIF melaporkan nyeri skala 6, yang berhasil diturunkan
menjadi 1. Disarankan untuk melanjutkan terapi musik klasik sampai tidak merasa
nyeri lagi.
Kata kunci : Fraktur, Post Operasi ORIF, Nyeri, Terapi musik klasik